Tuesday, December 27, 2016
Menolak Gambar kunci omah utk KUNCI
Rahayu. Nyuwun pangapunten badhe urun rembug. Menawi gambar kunci omah/kunci gudang lan gambar ati gembok/gembok ati menika dipun nggambaraaken/nyimbolaken KUNCI, kula pribadi menolak total. Amargi mnapa? KUNCI niku WITING URIP, penyebab segala keberadaan. Jd GAIB-GAIBING-GAIB. Lha kok digambar dados benda mati buatan manusia. Dimana utk menggerakkannya butuh campur tangan manusia. KUNCI niku ngobahaken/sumbering obah, lha nek kunci omah/kunci gudang niku rak benda mati ingkang diobahke nembe bergungsi. KUNCI niku MOHO SUCI, dmn SUCI niku mboten kemomoran. Lha menawi kunci omah/kunci gudang saged kemomoran mboten?
Ning niki pemanggih kula pribadi lho.Menawi wonten kadhang ingkang kukuh menggambar KUNCI kaliyan gambar kunci omah/kunci gudang nggih sumonggo. MARDIKA mawon. Nuwun
Tuesday, May 27, 2008
Pengen Masuk Teater Koma, Pengen Berteater Lagi
Dari jaman kuliah, aku sudah punya keinginan untuk gabung dengan Teater Koma. Makanya sehabis lulus, aku ngajuin aplikasi. Berbulan-bulan, bertahun-tahun aku tunggu nggak ada kabar. Sampai akhirnya keinginan itu sembunyi di benak saja.
Waktu kerja di Gelson's Adv Jakarta, pas ada job malam perayaan ulang tahun KFC Indonesia yg ke - 50 kali, salah satu acaranya adalah parodi. Nah, buat mewujudkan itu dibutuhkan sutradara teater. Terpilihlah mas Budi Ros, aktor utama Teater Koma. Ketemu dia rasanya seperti temen lama saja. Pertama, kami sama2 dari Banyumas, kedua : kami sama2 minat dan bergairah sama teater.
Habis kerjaan itu, hubungan masih berlanjut. Aku jadi sering liat pementasan Teater Koma. Diantaranya Kala,Republik Togog, Maaf Maaf Maaf,sampai yang terakhir kemarin Kenapa Leonardo?.
Dari semua perjalanan yang aku lewati, keinginan untuk gabung dengan Koma muncul kembali. Pas aku main ke rumah mas Budi Ros di Depok, aku omong lagi. Tapi sayangnya...Koma lagi nggak nerima anggota. Yach, gelo maning, gelo maning....
Seiring dengan itu, muncul lagi keinginan proses berteater, yg ujung-ujungnya adalah pentas dan naskah yang pingin banget aku mainkan adalah Tikungan Maut karya Tankred Dorst, terjemahan Asrul Sani. Sebuah cerita tragikomedi yang sarat pesan-pesan sosioreligi. Hmm...kapan aku bisa mewujudkan?
Waktu kerja di Gelson's Adv Jakarta, pas ada job malam perayaan ulang tahun KFC Indonesia yg ke - 50 kali, salah satu acaranya adalah parodi. Nah, buat mewujudkan itu dibutuhkan sutradara teater. Terpilihlah mas Budi Ros, aktor utama Teater Koma. Ketemu dia rasanya seperti temen lama saja. Pertama, kami sama2 dari Banyumas, kedua : kami sama2 minat dan bergairah sama teater.
Habis kerjaan itu, hubungan masih berlanjut. Aku jadi sering liat pementasan Teater Koma. Diantaranya Kala,Republik Togog, Maaf Maaf Maaf,sampai yang terakhir kemarin Kenapa Leonardo?.
Dari semua perjalanan yang aku lewati, keinginan untuk gabung dengan Koma muncul kembali. Pas aku main ke rumah mas Budi Ros di Depok, aku omong lagi. Tapi sayangnya...Koma lagi nggak nerima anggota. Yach, gelo maning, gelo maning....
Seiring dengan itu, muncul lagi keinginan proses berteater, yg ujung-ujungnya adalah pentas dan naskah yang pingin banget aku mainkan adalah Tikungan Maut karya Tankred Dorst, terjemahan Asrul Sani. Sebuah cerita tragikomedi yang sarat pesan-pesan sosioreligi. Hmm...kapan aku bisa mewujudkan?
Tuesday, September 25, 2007
Meriang Lagi
Apa sih penyebab meriang?Mungkin mas yahoo yang pinter ini bisa sedikit memberi penjelasan yahoomenjawab . Jadi kalo menurut beberapa keterangan dari mas yahoo, apa yang aku rasakan ada benarnya.
Melakukan perjalanan jauh (Jakarta - Solo - Jakarta), kena angin terus menerus (pas naik Senja Utama nggak pakai jaket) dan perut kosong (maklum lagi puasa) adalah beberapa penyebab kenapa aku bisa meriang di hari ke-13 puasa tahun ini.
Kalau soal penyebab mungkin sudah tau, cuma yang aku heran cara kerja si meriang ini yang super cepat dan misterius. Sabtu (22/9) dan Minggu (23/9) badan masih seger buger alias fit. Tapi Senin (24/9) badan mulai terasa dingin dan nggreges-nggreges (sori, nggak tau padanan dalam bahasa Indonesia untuk kata ini). Dibawa kerja agak sedikit terlupa. Tapi begitu menjelang buka alias Senin sore, kondisi tambah parah. Buat jalan aja puyeng, hidung kayak mau pilek dan kening suka pusing.
Walhasil, buka puasa hari itu dilengkapi dengan Neozep dan Antangin tablet plus cepet2 tidur. Emang sih, sebentar aja langsung lelap. Bangun jam 3, dirasa-rasa kok si meriang masih bercokol. Rasanya males banget mau keluar kamar untuk menjangkau warteg terdekat buat sahur. Akhirnya sahur cuma sepotong apel dan dua gelas air putih. Sambil nunggu adzan subuh, baca My Name is Red-nya Orhan Pamuk. Itu novel emang rada-rada "beda". Sudut penceritaannya adalah orang pertama tunggal alias "aku" untuk semua tokoh-tokohnya. Jam 5, aku paksa selesain baca. Sebab kalau nggak dipaksa, pasti bisa sampe habis aku baca. Itu artinya:aku mengurangi waktu istirahat/tidur yang lagi aku butuhkan banget dan aku akan bolos kerja.
Sampai aku bangun tidur jam 7 pagi, si meriang masih juga nggak mau pergi. ya sudah, pergilah aku ngantor dengan kondisi badan yang masih nggak enak.
Sampai sekarang aku nggak ngerti gimana cara ngusir meriang....
Melakukan perjalanan jauh (Jakarta - Solo - Jakarta), kena angin terus menerus (pas naik Senja Utama nggak pakai jaket) dan perut kosong (maklum lagi puasa) adalah beberapa penyebab kenapa aku bisa meriang di hari ke-13 puasa tahun ini.
Kalau soal penyebab mungkin sudah tau, cuma yang aku heran cara kerja si meriang ini yang super cepat dan misterius. Sabtu (22/9) dan Minggu (23/9) badan masih seger buger alias fit. Tapi Senin (24/9) badan mulai terasa dingin dan nggreges-nggreges (sori, nggak tau padanan dalam bahasa Indonesia untuk kata ini). Dibawa kerja agak sedikit terlupa. Tapi begitu menjelang buka alias Senin sore, kondisi tambah parah. Buat jalan aja puyeng, hidung kayak mau pilek dan kening suka pusing.
Walhasil, buka puasa hari itu dilengkapi dengan Neozep dan Antangin tablet plus cepet2 tidur. Emang sih, sebentar aja langsung lelap. Bangun jam 3, dirasa-rasa kok si meriang masih bercokol. Rasanya males banget mau keluar kamar untuk menjangkau warteg terdekat buat sahur. Akhirnya sahur cuma sepotong apel dan dua gelas air putih. Sambil nunggu adzan subuh, baca My Name is Red-nya Orhan Pamuk. Itu novel emang rada-rada "beda". Sudut penceritaannya adalah orang pertama tunggal alias "aku" untuk semua tokoh-tokohnya. Jam 5, aku paksa selesain baca. Sebab kalau nggak dipaksa, pasti bisa sampe habis aku baca. Itu artinya:aku mengurangi waktu istirahat/tidur yang lagi aku butuhkan banget dan aku akan bolos kerja.
Sampai aku bangun tidur jam 7 pagi, si meriang masih juga nggak mau pergi. ya sudah, pergilah aku ngantor dengan kondisi badan yang masih nggak enak.
Sampai sekarang aku nggak ngerti gimana cara ngusir meriang....
Thursday, September 20, 2007
Mengapa ada Ramadhan?
Maksudnya pengen nulis sebelum Ramadhan, namun apa daya lupa ID dan password. Jadi telat begini.......
Alhamdulillah, atas ijin-Nya lah aku kembali bertemu Ramadhan. Segala perasaaan haru biru menyelimuti. Ada senang, terharu, syukur, dan sedih (karena menjalaninya sendiri, jauh anak istri).
Bulan yang dijanjikan Allah SWT sebagai bulan penuh berkah, rahmat, dan ampunan ini memang terasa sekali auranya. Adem. Ada kesan, aku di sebelas bulan yang lewat hanyalah mahkluk dengan urusan kedagingan semata. Begitu tiba Ramadhan, takjub alang kepalang dan merasa malu, mempertanyakan eksistensi diri sendiri dengan pertanyaan : ngapain aja kemaren?
Bisa jadi inilah makna mengapa dihadirkannya bulan Ramadhan. Karena secara hati terdalam masih saja gelisah akan salah dan dosa serta nggak tau caranya buat menebus salah dan dosa yang begitu menggunung, melaut dan melangit. Dan Allah dengan Maha Kasih dan Sayangnya memberikan Ramadhan secara cuma-cuma kepada hamba-hambanya yang pasti dicintai-Nya. Tinggal sekarang bagaimana hamba-hambanya, termasuk aku yang bodoh dan lemah ini, memanfaatkan semaksimal mungkin bulan yang mulia ini menjadi sarana transformasi spiritual dan kemanusiaan ke arah yang lebih berkualitas.
Semoga aku diberi kekuatan untuk melakukan itu sekaligus diberi kekuatan untuk mempertahankannya selama sebelas bulan yang akan datang.
Selamat berpuasa.
Alhamdulillah, atas ijin-Nya lah aku kembali bertemu Ramadhan. Segala perasaaan haru biru menyelimuti. Ada senang, terharu, syukur, dan sedih (karena menjalaninya sendiri, jauh anak istri).
Bulan yang dijanjikan Allah SWT sebagai bulan penuh berkah, rahmat, dan ampunan ini memang terasa sekali auranya. Adem. Ada kesan, aku di sebelas bulan yang lewat hanyalah mahkluk dengan urusan kedagingan semata. Begitu tiba Ramadhan, takjub alang kepalang dan merasa malu, mempertanyakan eksistensi diri sendiri dengan pertanyaan : ngapain aja kemaren?
Bisa jadi inilah makna mengapa dihadirkannya bulan Ramadhan. Karena secara hati terdalam masih saja gelisah akan salah dan dosa serta nggak tau caranya buat menebus salah dan dosa yang begitu menggunung, melaut dan melangit. Dan Allah dengan Maha Kasih dan Sayangnya memberikan Ramadhan secara cuma-cuma kepada hamba-hambanya yang pasti dicintai-Nya. Tinggal sekarang bagaimana hamba-hambanya, termasuk aku yang bodoh dan lemah ini, memanfaatkan semaksimal mungkin bulan yang mulia ini menjadi sarana transformasi spiritual dan kemanusiaan ke arah yang lebih berkualitas.
Semoga aku diberi kekuatan untuk melakukan itu sekaligus diberi kekuatan untuk mempertahankannya selama sebelas bulan yang akan datang.
Selamat berpuasa.
Tuesday, July 31, 2007
Janji Cagub
Macet tapi Nikmat? Banjir tetep Nyaman? Digusur malah Untung?Dicopet dapat ganti 2 x lipat?....Pilih Saya!
Thursday, October 19, 2006
Farewell
Kata-kata apa sih yang pas buat ngungkapin perasaan saat perpisahan? Nggak tau. Mungkin nggak perlu kata-kata khusus juga. Biarkan semua mengalir. Wajar dan apa adanya. Karena hukum alam kan tetap berlaku :
buah pala di perempatan, buah batu di pertigaan
dimana ada pertemuan disitu ada perpisahan
Hari ini, 19 Oktober 2006, adalah hari terakhirku di Gelson's Adv. Tempat bekerjaku selama hampir 6 tahun. Ada begitu banyak kenangan disini. Suku duka, marah gembira, sedih dan tawa. Semuanya membawakan kesan istimewa. Orang-orang di dalamnya, semuanya menyenangkan. Jadi untuk mengenang itu semua, hal pertama yang aku lakukan adalah mengenang saat pertemuan sambil ketawa-tawa, saling becanda. Trus berpamitan sama mereka. Minta maaf untuk semua kesalahan yang pernah aku lakukan, ngomong perasaan senang banget udah pernah kerja bareng sebagai sebuah tim yang solid, dan saling mendoakan.
Selamat tinggal Gelson's Adv. Kau adalah salah satu universitas kehidupanku.
buah pala di perempatan, buah batu di pertigaan
dimana ada pertemuan disitu ada perpisahan
Hari ini, 19 Oktober 2006, adalah hari terakhirku di Gelson's Adv. Tempat bekerjaku selama hampir 6 tahun. Ada begitu banyak kenangan disini. Suku duka, marah gembira, sedih dan tawa. Semuanya membawakan kesan istimewa. Orang-orang di dalamnya, semuanya menyenangkan. Jadi untuk mengenang itu semua, hal pertama yang aku lakukan adalah mengenang saat pertemuan sambil ketawa-tawa, saling becanda. Trus berpamitan sama mereka. Minta maaf untuk semua kesalahan yang pernah aku lakukan, ngomong perasaan senang banget udah pernah kerja bareng sebagai sebuah tim yang solid, dan saling mendoakan.
Selamat tinggal Gelson's Adv. Kau adalah salah satu universitas kehidupanku.
Tuesday, October 17, 2006
puisi lama (lagi)
Jakarta, August 8, 2005
Dear bojoku yang paling manis,
Biarkan angin berhembus dan mengusap pipimu,
Aku takkan cemburu
Biarkan air hujan menyegarkanmu,
Aku takkan iri
Biarkan lagu itu menghanyutkanmu,
Aku takkan marah
Tapi jangan biarkan hatimu meragukan cinta dan sayangku,
Karena aku akan marah penuh serapah.
Malam telah datang,
Tempat tidur pun terhampar
Menyambut kita untuk terus berdekapan
Sepenuh mesra
Meski tak dihiasi bunga-bunga
(anjrit udah jam 6, besok terusin lagi deh)
Dear bojoku yang paling manis,
Biarkan angin berhembus dan mengusap pipimu,
Aku takkan cemburu
Biarkan air hujan menyegarkanmu,
Aku takkan iri
Biarkan lagu itu menghanyutkanmu,
Aku takkan marah
Tapi jangan biarkan hatimu meragukan cinta dan sayangku,
Karena aku akan marah penuh serapah.
Malam telah datang,
Tempat tidur pun terhampar
Menyambut kita untuk terus berdekapan
Sepenuh mesra
Meski tak dihiasi bunga-bunga
(anjrit udah jam 6, besok terusin lagi deh)
Sunday, October 15, 2006
bicara batu
ingin kulihat sebongkah batu
dan mengajaknya bercakap-cakap
karena aku percaya
ia bisa menyimpan rahasia
tak peduli udara beku,
tak terganggu hujan berubah duri
yang menghentikan darah
menawarkan kematian
aku ingin bicara
kepada batu-batu
karena kami lebih memilih diam
di tengan keramaian
dan mengajaknya bercakap-cakap
karena aku percaya
ia bisa menyimpan rahasia
tak peduli udara beku,
tak terganggu hujan berubah duri
yang menghentikan darah
menawarkan kematian
aku ingin bicara
kepada batu-batu
karena kami lebih memilih diam
di tengan keramaian
Tuesday, October 03, 2006
Psychology Defense
Mohon maaf buat yang pernah atau sedang mendalami ilmu psikologi karena saya membuat istilah yang memakai kata psychology. Saya juga kurang tahu apakah istilah Psychology Defense ada dalam ilmu psikologi dan kalo ada apakah interpretasi saya sama dengan apa yang ada dalam ilmu psikologi, saya kurang tahu. Psychology Defense saya artikan sebagai suatu mekanisme pertahanan kejiwaan seseorang ketika menghadapi tekanan, baik yang berupa caci maki, kemarahan, penghinaan sampai permusuhan. Sistem pertahanan ini muncul ketika pada saat mendapat tekanan, orang tersebut tidak mempunyai atau tidak diberi kesempatan untuk membela diri. Seseorang yang diserang terus menerus dengan caci maki, hinaan, dianggap remeh dan hal-hal jelek lainnya, pasti akan merasa tertekan. Tekanan ini bisa membuat orang tersebut, secara tak sadar mengakui bahwa dia memang seperti apa yang dikatakan itu. Keadaan itu akan sama dengan cerita tentang kodok yang dimasukkan kotak yang sempit dan pendek dalam jangka waktu yang cukup lama sehingga kodok tersebut akhirnya ketika dipindah ke kotak yang lebih luas dan tinggi, tetap saja dia melompat seukuran kotak yang sempit tersebut. Atau ada lagi cerita soal gajah yang diikat dengan rantai pendek dalam waktu tertentu, sehingga dia nggak bisa jalan jauh-jauh. Dan suatu saat ketika gajah itu diberi rantai yang panjang dia tak berani melangkah lebih jauh lagi. Dan masih banyak lagi cerita sejenis.
Nah, menurut saya ketika seseorang mendapat caci maki, dan lain sebagainya itu dia harus membuat sistem pertahanan psikologis dengan cara dia menolak untuk mengakui apa yang terlontar dari caci maki tersebut. Dimanakah dia bisa membuat sistem pertahanan psikologis itu? Ya dalam pikirannya sendiri. Dia bisa bicara kepada dirinya sendiri bahwa dia adalah seorang yang baik, kuat, cerdas, ulet, dan kata-kata posistif lainnya yang melawan kata-kata negatif yang terlontar dari caci maki.
Adakah sistem pertahanan ini secara otomatis ada dalam setiap orang? Menurutku sih ada. Dia hadir secara alami. Pertama, karena kita punya akal. Kedua, karena kita punya kesadaran. Ketiga, karena kita punya kecenderungan untuk menganggap diri sendiri pasti lebih baik dari orang lain ( kalo yang ekstrem sih sikap narsis kali). Lalu bagaimana pengaruhnya ketika orang tersebut membuat psychology defense terhadap apa yang sedang menimpa dirinya? Pengaruhnya besar dan bermanfaat sekali, terutama buat dirinya. Dia pasti akan lebih bisa menyikapi cacian dengan tenang dan sabar.Dia tak perlu malu dengan cacian. Toh itu cuma cacian bukan kenyataan yang sebenarnya.
Demikianlah.
Nah, menurut saya ketika seseorang mendapat caci maki, dan lain sebagainya itu dia harus membuat sistem pertahanan psikologis dengan cara dia menolak untuk mengakui apa yang terlontar dari caci maki tersebut. Dimanakah dia bisa membuat sistem pertahanan psikologis itu? Ya dalam pikirannya sendiri. Dia bisa bicara kepada dirinya sendiri bahwa dia adalah seorang yang baik, kuat, cerdas, ulet, dan kata-kata posistif lainnya yang melawan kata-kata negatif yang terlontar dari caci maki.
Adakah sistem pertahanan ini secara otomatis ada dalam setiap orang? Menurutku sih ada. Dia hadir secara alami. Pertama, karena kita punya akal. Kedua, karena kita punya kesadaran. Ketiga, karena kita punya kecenderungan untuk menganggap diri sendiri pasti lebih baik dari orang lain ( kalo yang ekstrem sih sikap narsis kali). Lalu bagaimana pengaruhnya ketika orang tersebut membuat psychology defense terhadap apa yang sedang menimpa dirinya? Pengaruhnya besar dan bermanfaat sekali, terutama buat dirinya. Dia pasti akan lebih bisa menyikapi cacian dengan tenang dan sabar.Dia tak perlu malu dengan cacian. Toh itu cuma cacian bukan kenyataan yang sebenarnya.
Demikianlah.
Monday, September 25, 2006
ujian
17 - 21 Agustus : opname di PKU Muhammadiyah Solo, Typus
6 September : di PHK
18 September : Raos Eco tutup
Terima kasih ya Allah, Engkau masih menyayangiku dengan ujian-ujian itu. Semoga aku makin sabar, ikhlas & bekerja lebih keras lagi.
6 September : di PHK
18 September : Raos Eco tutup
Terima kasih ya Allah, Engkau masih menyayangiku dengan ujian-ujian itu. Semoga aku makin sabar, ikhlas & bekerja lebih keras lagi.
Saturday, July 15, 2006
Tau-tau Udah 35 Tahun
8 Juli kemaren, 35 tahun sudah umur saya. Hmm, mulai beranjak tua. Doa untuk diri sendiri : semoga makin sabar & ikhlas menghadapi apa aja.
Seperti yang lain, hari kelahiran selalu dirayakan dengan cara istimewa. Begitupun saya. Pekerjaan kantor itulah perayaan saya. Tahun kemarin juga sama. Ulang tahun di tengah deadline pekerjaan. Beberapa temen kerja, satu tahun yang lalu, membuat pesta kecil di tengah suasana syuting Chaki Woody Show di studio ANTV di Pengadegan. Ada kue ultah yang kemudian dimakan rame-rame. Sebuah momen yang bener2 manis buat saya.
Untuk tahun ini pesta kecil di rumah. Makan nasi liwet bareng keluarga.Ha..ha..ha...
35 tahun, apa yang sudah diraih ya? Banyaklah. Tapi yang terpenting : seorang istri yang manis namun kadang cerewet, seorang anak laki-laki yang pinter, dan seorang anak perempuan yang aktifnya minta ampun. Terima kasih, ya Allah.
Terus mau ngapain di usia 35 tahun ya? Mau total usaha sendiri. Kontrak kerja berakhir Maret 2007 dan tak berniat memperpanjang lagi. Jadi saat itulah kesempatan buat mulai mewujudkan keinginan bisa usaha sendiri. Untuk persiapannya saat ini yang terpenting adalah merubah mindset sekaligus mental. Karena pasti akan sangat jauh berbeda dari yang setiap tgl 28 ada duit masuk menjadi tak ada waktu yang tetap untuk duit masuk. Atau siap nggak siap ya jalani saja dulu?
Seperti yang lain, hari kelahiran selalu dirayakan dengan cara istimewa. Begitupun saya. Pekerjaan kantor itulah perayaan saya. Tahun kemarin juga sama. Ulang tahun di tengah deadline pekerjaan. Beberapa temen kerja, satu tahun yang lalu, membuat pesta kecil di tengah suasana syuting Chaki Woody Show di studio ANTV di Pengadegan. Ada kue ultah yang kemudian dimakan rame-rame. Sebuah momen yang bener2 manis buat saya.
Untuk tahun ini pesta kecil di rumah. Makan nasi liwet bareng keluarga.Ha..ha..ha...
35 tahun, apa yang sudah diraih ya? Banyaklah. Tapi yang terpenting : seorang istri yang manis namun kadang cerewet, seorang anak laki-laki yang pinter, dan seorang anak perempuan yang aktifnya minta ampun. Terima kasih, ya Allah.
Terus mau ngapain di usia 35 tahun ya? Mau total usaha sendiri. Kontrak kerja berakhir Maret 2007 dan tak berniat memperpanjang lagi. Jadi saat itulah kesempatan buat mulai mewujudkan keinginan bisa usaha sendiri. Untuk persiapannya saat ini yang terpenting adalah merubah mindset sekaligus mental. Karena pasti akan sangat jauh berbeda dari yang setiap tgl 28 ada duit masuk menjadi tak ada waktu yang tetap untuk duit masuk. Atau siap nggak siap ya jalani saja dulu?
Wednesday, June 28, 2006
Terima kasih, pelangganku
Rasanya menyenangkan sekali, kalo ada orang yang mampir makan di warung lesehan saya. Sekaligus saya bersyukur karena kehadiran orang tersebut adalah rejeki buat saya dan semua orang yang terlibat soal warung lesehan. Maka cuma ada satu hal yang harus saya lakukan : memberikan pelayanan semaksimal mungkin. Bukan semata dia adalah pembeli, tapi karena saya merasakan bahwa ada pesan tertentu dengan kehadirannya dan karena itu saya harus menyambut pesan itu dengan baik. Saya dan team berusaha membuat agar pembeli betah duduk lesehan di tempat saya. Santai sebentar, ngobrol, dengerin musik langgam yang sayup-sayup, liat orang dan kendaraan yang lalu lalang. Terus kalo haus atau lapar ya tinggal pesan. Terasa sekali dari sekedar lesehan lahir rasa kekeluargaan yang hangat dan akrab. Semuanya itu mengalir dengan wajar dan apa adanya.
Senang juga mendengar saran, kritik ataupun pendapat mereka tentang lesehan. Apa saja. Mulai dari spanduk yang nggak nongol, menu masakan yang terasa manis, dan suara tape yang kurang ok. Semua itu saya terima dengan ikhlas. Sebab itulah barangkali pesan yang pembeli bawa dengan kedatangan meeka. Saya nggak perlu merasa apa yang para pembeli sampaikan adalah sebuah kelemahan, justru buat saya apa yang mereka katakan adalah harapan mereka agar lesehan saya bisa tampil lebih baik lagi. Saya yakin mereka tidak bermaksud mengecilkan hati saya dan team sebagai pengelola lesehan. Tapi justru membuka wawasan kami semua bagaimana cara memahami sekaligus melayani orang lain. Karena buat saya bisnis makanan bukan semata soal makanan tapi juga servis.
Terima kasih para pelanggan yang dengan tulus menyampaikan apa yang tidak kami ketahui.
Senang juga mendengar saran, kritik ataupun pendapat mereka tentang lesehan. Apa saja. Mulai dari spanduk yang nggak nongol, menu masakan yang terasa manis, dan suara tape yang kurang ok. Semua itu saya terima dengan ikhlas. Sebab itulah barangkali pesan yang pembeli bawa dengan kedatangan meeka. Saya nggak perlu merasa apa yang para pembeli sampaikan adalah sebuah kelemahan, justru buat saya apa yang mereka katakan adalah harapan mereka agar lesehan saya bisa tampil lebih baik lagi. Saya yakin mereka tidak bermaksud mengecilkan hati saya dan team sebagai pengelola lesehan. Tapi justru membuka wawasan kami semua bagaimana cara memahami sekaligus melayani orang lain. Karena buat saya bisnis makanan bukan semata soal makanan tapi juga servis.
Terima kasih para pelanggan yang dengan tulus menyampaikan apa yang tidak kami ketahui.
Monday, June 26, 2006
Jadi Entrepreneur
Sudah hampir dua minggu ini saya jadi entrepreneur alias pengusaha. Tepatnya Rabu 14 Juni 2006, saya buka warung makan lesehan nasi liwet. Saya beri nama : Lesehan Asli Solo Nasi Liwet "Raos Eco". Tempatnya di depan kantor PJR Cikampek,buka mulai jam 5 sore. Karena membawa kata nasi liwet, maka menu utama adalah nasi liwet. Ditambah menu-menu asli Solo lainnya, kayak soto kuali, garang asem & ayam bakar Solo serta akan menuyusul Timlo Solo dalam 2-3 bulan ke depan. Untuk mewujudkan menu itu, saat ini lagi survey kecil-kecilan dengan tujuan rasa Timlo seperti apa yang cocok dengan lidah orang Cikampek & sekitarnya. Untuk minuman, ada satu yang spasial : teh jahe anget. Rasanya seger, kental & harum jahe. Minuman lain masih standar : es teh, es jeruk, teh panas, aqua & teh botol. Untuk menikmati saat-saat lesehan ada karak Solo, emping, sate telur puyuh, peyek kacang, peyek teri, risoles, bakwan udang, & krupuk udang. Soal harga? dijamin terjangkau buat kantong. Nasi liwet & garang asem cuma 5 ribu, soto kuali 6 ribu & ayam bakar 7 ribu. Teh Jahe, 1,5 ratus, es teh 2 rb, es jeruk 2,5 ratus,teh manis 1 ribu. Untuk camilan rata-rata seribuan. Di kantong Pas , di perut puas .
Pemilihan nama Raos Eco memang Jawa banget. Tapi saya yakin orang Sunda juga tau apa itu Raos & semoga pula kata raos gampang dipahamai oleh orang di luar Jawa & Sunda. Raos=rasa, Eco=enak, jadi Raos Eco artinya adalah Rasa Enak. Kenapa harus mengandung rasa enak? Karena buat saya yang awam ini, namanya warung makan yang dicari orang adalah makanannya yang enak. Baru kemudian enak suasananya, enak harganya, enak porsinya, enak parkirannya, enak servisnya dan enak-enak yang lain. Makanya saya ingin warung lesehan Raos Eco memenuhi semua kategori enak menurut pelanggan.
Sebagai usaha skala mikro, mulanya modal yang dikeluarkan ya lumayan berat buat kantong saya pribadi. Makanya saya ajak kakak ipar buat kongsian. Termasuk kongsian juga buat ngurusin. Mulai dari belanja bahan, kontrol kualitas menu, jaga warung sampai kontrol keuangan. Karena siang hari saya kerja di kantor maka urusan belanja & kontrol kualitas menu, saya diwakili istri. Baru hari sabtu & minggu saya bisa terlibat semuanya.
Untuk targetnya pun nggak muluk-muluk. Yang penting dalam 2-3 bulan ke depan warung lesehan saya dikenal banyak orang & sudah ada pelanggan setia yang paling tidak menghabiskan 2-3 malam untuk lesehan di warung saya. Karena memang buat beberapa pembeli yang datang, menu warung saya masih asing. Makanya saya, istri & kakak ipar nyambi juga jadi PR warung lesehan Raos Eco. Menjelaskan apa itu nasi liwet, garang asem, & soto kuali. Komposisinya bagaimana, rasanya gimana, bumbunya apa, dsb.
Untuk lebih menghadirkan suasana rame, saya pasang tape merek Toshiba buat nyetel musik langgam Jawa, campursari,keroncong atau pun pop Jawa. Namun saya juga sediakan ramuan musik yang lain. Ada musik 80-an model Rinto Harahap, Obbie Messakh, dll. Ada juga calung Sunda dan dangdut re-mix. Pokoknya aneka suara deh. Yang penting selalu ada musik di warung lesehan "Raos Eco".
Untuk promosinya, saya bikin spanduk 1 x 2,5 m satu buah, banner 1,15 x 2 m satu buah dan selebaran ukuran 1/2 A4 1 rim (1000 lbr). Untuk spanduk sama banner susah kebaca, karena warna kain terlalu tua (oranye tua) & tulisan kurang menonjol (biru). Rencana mau bikin satu lagi dengan kain yang cerah,tulisan gedhe & berwarna nyolok, biar eye cathcing gitu loch. Dan buat menjaring lebih banyak pelanggan, setiap minggu pagi akan gelar tikar di Bukit Indah Centre. Sebuah kawasan industri di Cikampek yang tiap minggu pagi jadi tempat orang buat olahraga & itu berarti pasar...he..he..Siapa tau, mereka belum sempet sarapan pas mau jogging atau senam, atau bisa juga sudah sarapan tapi lapar lagi setelah senam atau jogging & kita menyediakan menunya. Maka lahirlah hukum alam : when need meet supply.
Sampai semalam, pemasukan masih tercatat di level aman Rp 200.000,- an. Artinya dengan pemasukan rata-rata sejumlah itu, di akhir bulan nanti saya masih bisa bayar gaji 3 orang karyawan, bayar tempat tinggal mereka, nabung buat operasional warung untuk 1 tahun ke depan & pendapatan buat para pemegang saham. Memang pendapatannya belum seberapa. Makanya saya juga genjot dengan layanan catering. Untuk saat ini divisi catering baru dapat klien 1 kantor untuk makan siang 20 orang. Rencana ke depan sih, catering akan dibawah pengelolaan sendiri biar gak campur aduk. Tapi namanya tetap Raos Eco.
Rasanya sampai detik ini, hati sudah lega. Bisa bikin usaha sendiri. Itu artinya mulai belajar mandiri, berpikir keras gimana caranya muter duit (sebab kata orang duit kuwi lunyu = uang itu licin, jadi harus diputer biar nggak lepas) dan yang penting bisa memberikan manfaat kepada orang lain (bisa menghadirkan kepuasan kepada pelanggan & membuka lapangan kerja untuk orang lain).
Ada satu pr buat team PR ,ternyata warung lesehan Raos Eco punya competitor. Saya pribadi bersyukur berarti pasar nasi liwet bakal tumbuh di Cikampek.Kalau pasar tumbuh berarti lahir banyak peluang & kesempatan. Maka kehadiran competitor buat saya bukanlah sesuatu yang mengancam, tetapi justru membangun. Lagian, Tuhan Maha Adil kan?
Pemilihan nama Raos Eco memang Jawa banget. Tapi saya yakin orang Sunda juga tau apa itu Raos & semoga pula kata raos gampang dipahamai oleh orang di luar Jawa & Sunda. Raos=rasa, Eco=enak, jadi Raos Eco artinya adalah Rasa Enak. Kenapa harus mengandung rasa enak? Karena buat saya yang awam ini, namanya warung makan yang dicari orang adalah makanannya yang enak. Baru kemudian enak suasananya, enak harganya, enak porsinya, enak parkirannya, enak servisnya dan enak-enak yang lain. Makanya saya ingin warung lesehan Raos Eco memenuhi semua kategori enak menurut pelanggan.
Sebagai usaha skala mikro, mulanya modal yang dikeluarkan ya lumayan berat buat kantong saya pribadi. Makanya saya ajak kakak ipar buat kongsian. Termasuk kongsian juga buat ngurusin. Mulai dari belanja bahan, kontrol kualitas menu, jaga warung sampai kontrol keuangan. Karena siang hari saya kerja di kantor maka urusan belanja & kontrol kualitas menu, saya diwakili istri. Baru hari sabtu & minggu saya bisa terlibat semuanya.
Untuk targetnya pun nggak muluk-muluk. Yang penting dalam 2-3 bulan ke depan warung lesehan saya dikenal banyak orang & sudah ada pelanggan setia yang paling tidak menghabiskan 2-3 malam untuk lesehan di warung saya. Karena memang buat beberapa pembeli yang datang, menu warung saya masih asing. Makanya saya, istri & kakak ipar nyambi juga jadi PR warung lesehan Raos Eco. Menjelaskan apa itu nasi liwet, garang asem, & soto kuali. Komposisinya bagaimana, rasanya gimana, bumbunya apa, dsb.
Untuk lebih menghadirkan suasana rame, saya pasang tape merek Toshiba buat nyetel musik langgam Jawa, campursari,keroncong atau pun pop Jawa. Namun saya juga sediakan ramuan musik yang lain. Ada musik 80-an model Rinto Harahap, Obbie Messakh, dll. Ada juga calung Sunda dan dangdut re-mix. Pokoknya aneka suara deh. Yang penting selalu ada musik di warung lesehan "Raos Eco".
Untuk promosinya, saya bikin spanduk 1 x 2,5 m satu buah, banner 1,15 x 2 m satu buah dan selebaran ukuran 1/2 A4 1 rim (1000 lbr). Untuk spanduk sama banner susah kebaca, karena warna kain terlalu tua (oranye tua) & tulisan kurang menonjol (biru). Rencana mau bikin satu lagi dengan kain yang cerah,tulisan gedhe & berwarna nyolok, biar eye cathcing gitu loch. Dan buat menjaring lebih banyak pelanggan, setiap minggu pagi akan gelar tikar di Bukit Indah Centre. Sebuah kawasan industri di Cikampek yang tiap minggu pagi jadi tempat orang buat olahraga & itu berarti pasar...he..he..Siapa tau, mereka belum sempet sarapan pas mau jogging atau senam, atau bisa juga sudah sarapan tapi lapar lagi setelah senam atau jogging & kita menyediakan menunya. Maka lahirlah hukum alam : when need meet supply.
Sampai semalam, pemasukan masih tercatat di level aman Rp 200.000,- an. Artinya dengan pemasukan rata-rata sejumlah itu, di akhir bulan nanti saya masih bisa bayar gaji 3 orang karyawan, bayar tempat tinggal mereka, nabung buat operasional warung untuk 1 tahun ke depan & pendapatan buat para pemegang saham. Memang pendapatannya belum seberapa. Makanya saya juga genjot dengan layanan catering. Untuk saat ini divisi catering baru dapat klien 1 kantor untuk makan siang 20 orang. Rencana ke depan sih, catering akan dibawah pengelolaan sendiri biar gak campur aduk. Tapi namanya tetap Raos Eco.
Rasanya sampai detik ini, hati sudah lega. Bisa bikin usaha sendiri. Itu artinya mulai belajar mandiri, berpikir keras gimana caranya muter duit (sebab kata orang duit kuwi lunyu = uang itu licin, jadi harus diputer biar nggak lepas) dan yang penting bisa memberikan manfaat kepada orang lain (bisa menghadirkan kepuasan kepada pelanggan & membuka lapangan kerja untuk orang lain).
Ada satu pr buat team PR ,ternyata warung lesehan Raos Eco punya competitor. Saya pribadi bersyukur berarti pasar nasi liwet bakal tumbuh di Cikampek.Kalau pasar tumbuh berarti lahir banyak peluang & kesempatan. Maka kehadiran competitor buat saya bukanlah sesuatu yang mengancam, tetapi justru membangun. Lagian, Tuhan Maha Adil kan?
Club Bola di Kantor
25 Mei 2006 kemaren, club bola di kantor resmi kebentuk. Sekaligus pertandingan pertama melawan club bola client, di lapangan bola ABC Senayan. Skor terakhir 5-3 untuk client.
Lalu pertandingan kedua tanggal 3 Juni 2006 di lapangan bola Seskoal, Keb. Lama. Yang jadi lawan kali ini adalah PSTB (Persatuan Sepakbola Tukang Bajaj) Kebumen. Skor 3-2 untuk...PSTB.
Nampaknya club bola kantor harus berlatih keras dulu deh....
Lalu pertandingan kedua tanggal 3 Juni 2006 di lapangan bola Seskoal, Keb. Lama. Yang jadi lawan kali ini adalah PSTB (Persatuan Sepakbola Tukang Bajaj) Kebumen. Skor 3-2 untuk...PSTB.
Nampaknya club bola kantor harus berlatih keras dulu deh....
Thursday, May 18, 2006
Sibuk
Sudah hampir satu bulan saya gak sempet nulis di blog. Kalo blogwalking sih kadang-kadang. Cuma kalo mau nulis gak sempet-sempet. Baru kali ini ada waktu ( itupun curi-curi yg berarti korupsi waktu ya?)
Penyebab pertama ya sibuk itu. Ada produk baru klien yang harus di-launching. Pilihannya di 10 kota di Indonesia. Medan, Pekan Baru, Padang, Bandung, Yogya, Surabaya, Bali, Balikpapan, Makassar, dan Manado. Semuanya di bulan Mei ini. Memang bukan saya yang datang di semua kota itu. Ada team yang sudah dibagi-bagi tiap kota. Tapi persiapan sebelum keberangkatan yang amat sangat menyita waktu.
Pengorbanan paling berat adalah ketika harus pisah dari 2 bidadari di rumah. Karena Jakarta - Cikampek, jauhnya minta ampun maka mulai kamis malam sudah nginep di kantor, jum'at malam masih di kantor, sabtu pagi berangkat ke kota tujuan, minggu siang acara berlangsung, minggu malam sampe Jakarta dan (lagi-lagi) nginep di kantor.
Baru senin pulang. Dihitung-hitung ketemu keluarga cuma senin malam, selasa malam dan rabu malam. Jadi nggak bisa main sama Syifa. Pulang kantor dia udah tidur, berangkat kantor pun begitu juga. Paling cuma bisa gangguin dia tidur, itupun dimarah-marahi sama istri. Hmm...
Ya memang ini pilihan saya. Kantor nggak mengikat kita harus ikut keluar kota. Jadi semua udah dihitung di depan. Istri juga tahu dan ngerti. Jadi, yo wis jalanin dan nikmati aja.
Pengorbanan yang lain, ya nggak sempat nulis di blog. Banyak peristiwa penting yang nggak sempat saya ulas atau sekedar menuliskan kembali di blog ini. Terutama meninggalnya Pak Pram (Minggu/30 April 2006). Semoga beliau damai di sisi Yang Maha Pengasih.
Akhirnya, terima kasih Makassar buat semua kesan baik dan indahnya di tanggal 13-14 Mei 2006, terutama Restoran Lae-lae-nya. Ini adalah kedua kalinya saya datang kesana dan sama-sama mengesankan.
Untuk Padang, tunggu saya sabtu - minggu besok, dan Balikpapan tunggu saya tanggal 27-28.....
Penyebab pertama ya sibuk itu. Ada produk baru klien yang harus di-launching. Pilihannya di 10 kota di Indonesia. Medan, Pekan Baru, Padang, Bandung, Yogya, Surabaya, Bali, Balikpapan, Makassar, dan Manado. Semuanya di bulan Mei ini. Memang bukan saya yang datang di semua kota itu. Ada team yang sudah dibagi-bagi tiap kota. Tapi persiapan sebelum keberangkatan yang amat sangat menyita waktu.
Pengorbanan paling berat adalah ketika harus pisah dari 2 bidadari di rumah. Karena Jakarta - Cikampek, jauhnya minta ampun maka mulai kamis malam sudah nginep di kantor, jum'at malam masih di kantor, sabtu pagi berangkat ke kota tujuan, minggu siang acara berlangsung, minggu malam sampe Jakarta dan (lagi-lagi) nginep di kantor.
Baru senin pulang. Dihitung-hitung ketemu keluarga cuma senin malam, selasa malam dan rabu malam. Jadi nggak bisa main sama Syifa. Pulang kantor dia udah tidur, berangkat kantor pun begitu juga. Paling cuma bisa gangguin dia tidur, itupun dimarah-marahi sama istri. Hmm...
Ya memang ini pilihan saya. Kantor nggak mengikat kita harus ikut keluar kota. Jadi semua udah dihitung di depan. Istri juga tahu dan ngerti. Jadi, yo wis jalanin dan nikmati aja.
Pengorbanan yang lain, ya nggak sempat nulis di blog. Banyak peristiwa penting yang nggak sempat saya ulas atau sekedar menuliskan kembali di blog ini. Terutama meninggalnya Pak Pram (Minggu/30 April 2006). Semoga beliau damai di sisi Yang Maha Pengasih.
Akhirnya, terima kasih Makassar buat semua kesan baik dan indahnya di tanggal 13-14 Mei 2006, terutama Restoran Lae-lae-nya. Ini adalah kedua kalinya saya datang kesana dan sama-sama mengesankan.
Untuk Padang, tunggu saya sabtu - minggu besok, dan Balikpapan tunggu saya tanggal 27-28.....
Friday, April 21, 2006
21 April
Tanggal 21 April adalah tanggal lahir RA Kartini, sosok perempuan cerdas dan maju yang pikiran-pikirannya mendobrak tradisi pada waktu itu dan menginspirasi tokoh-tokoh pergerakan kemerdekaan RI. Bahkan saya yakin pikiran-pikirannya akan terus bersinar seiring dengan perjuangan yang dilakukan kaum perempuan khususnya Indonesia dalam mendapatkan "sedikit" haknya, sebagai perempuan dan sebagai manusia.
Jujur saya tak punya bahasa puja-puji tentang sosok RA Kartini. Karena tanpa bahasa puja puji saya, dan juga orang lain, RA Kartini tetaplah seorang besar. Seorang yang pikiran-pikirannya terlihat kemilau menerangi jaman.
Karena itulah saya lebih memilih untuk melihat realitas kaum perempuan Indonesia dewasa ini. Dimana kaum perempuan Indonesia sekarang kondisinya masih jauh dengan apa yang diperjuangkan oleh RA Kartini. Kaum perempuan masih dianggap sebagai subordinasi kekuasaan laki-laki. Maka tak heran, RUU APP lebih banyak menyorot tata cara berdandan perempuan. Seolah-olah cara berdandan perempuan faktor besar yang menentukan tingkat kesucian sebuah bangsa. Seperti juga yang pernah dinyatakan oleh iklan bikinan Adwork! Euro RSCG Ball Partner tahun 1996(kebetulan modelnya adalah mantan pacar teman kantor saya). Di iklan tersebut divisualkan sepasang paha perempuan dengan memakai rok mini dengan headline "Bagaimana angka kejahatan seksual bisa rendah kalau rok Anda semakin tinggi?".
Selain persoalan subordinasi kaum laki-laki, perempuan Indonesia juga masih harus banyak menghadapi masalah yang bersifat empirik sehari-hari. Kekerasan dalam rumah tangga, pelecehan seksual, perburuhan, tkw, perdagangan kaum perempuan, adalah beberapa kasus yang mengemuka. Saya melihat betapa pelik dan beratnya persoalan yang dihadapi kaum perempuan Indonesia. Namun menurut saya adalah hal pertama yang harus dilakukan adalah bagaimana merubah cara pandang dan pikir laki-laki Indonesia terhadap sosok perempuan. Ini artinya apa? artinya siapkah kalian, wahai laki-laki Indonesia, untuk melakukan perubahan itu?
p.s : selamat ulang tahun istriku. maaf tak ada kado ataupun pesta. cuma doa dan harapan yang bisa kuberikan. kebetulan tanggal lahirmu sama dengan tanggal lahir RA Kartini, semoga kau pun memiliki semangatnya. sejahteralah, bahagialah dan berdayalah kamu sebagai seorang perempuan, ibu dan istri.
Jujur saya tak punya bahasa puja-puji tentang sosok RA Kartini. Karena tanpa bahasa puja puji saya, dan juga orang lain, RA Kartini tetaplah seorang besar. Seorang yang pikiran-pikirannya terlihat kemilau menerangi jaman.
Karena itulah saya lebih memilih untuk melihat realitas kaum perempuan Indonesia dewasa ini. Dimana kaum perempuan Indonesia sekarang kondisinya masih jauh dengan apa yang diperjuangkan oleh RA Kartini. Kaum perempuan masih dianggap sebagai subordinasi kekuasaan laki-laki. Maka tak heran, RUU APP lebih banyak menyorot tata cara berdandan perempuan. Seolah-olah cara berdandan perempuan faktor besar yang menentukan tingkat kesucian sebuah bangsa. Seperti juga yang pernah dinyatakan oleh iklan bikinan Adwork! Euro RSCG Ball Partner tahun 1996(kebetulan modelnya adalah mantan pacar teman kantor saya). Di iklan tersebut divisualkan sepasang paha perempuan dengan memakai rok mini dengan headline "Bagaimana angka kejahatan seksual bisa rendah kalau rok Anda semakin tinggi?".
Selain persoalan subordinasi kaum laki-laki, perempuan Indonesia juga masih harus banyak menghadapi masalah yang bersifat empirik sehari-hari. Kekerasan dalam rumah tangga, pelecehan seksual, perburuhan, tkw, perdagangan kaum perempuan, adalah beberapa kasus yang mengemuka. Saya melihat betapa pelik dan beratnya persoalan yang dihadapi kaum perempuan Indonesia. Namun menurut saya adalah hal pertama yang harus dilakukan adalah bagaimana merubah cara pandang dan pikir laki-laki Indonesia terhadap sosok perempuan. Ini artinya apa? artinya siapkah kalian, wahai laki-laki Indonesia, untuk melakukan perubahan itu?
p.s : selamat ulang tahun istriku. maaf tak ada kado ataupun pesta. cuma doa dan harapan yang bisa kuberikan. kebetulan tanggal lahirmu sama dengan tanggal lahir RA Kartini, semoga kau pun memiliki semangatnya. sejahteralah, bahagialah dan berdayalah kamu sebagai seorang perempuan, ibu dan istri.
Wednesday, April 19, 2006
Waiting for Ratu Adil
Judul diatas adalah gabungan dua hal yang sama sekali berbeda, tapi punya benang merah yang sama yaitu "peristiwa" menunggu, sosok yang ditunggu dan tiadanya ketentuan pasti kapan yang ditunggu akan datang. Waiting for saya ambil dari lakon Waiting for Godot-nya Samuel Beckett (Irlandia, 1906, pemenang Nobel Sastra 1969) dan Ratu Adil adalah sosok yang disebut dalam ramalan/jangka Jayabya (raja Kediri, Jawa Timur,1135).
Saya bukan bermaksud memprovokasi orang agar percaya Ratu Adil. Tapi saya hanya terusik dengan kenyataan empiris bahwa manusia di alam bawah sadarnya ternyata terlibat dalam peristiwa menunggu sesuatu dengan h2c (harap-harap cemas) secara terus menerus. Anehnya lagi yang ditunggu bukanlah sosok yang nyata tapi sosok imajiner.
Dalam Waiting for Godot, tidak dijelaskan dengan jelas siapa Godot sebenarnya. Gimana bentuk tubuhnya, berapa umurnya, wajahnya kayak apa, laki-laki apa perempuan (kalo dilihat dari namanya kayaknya laki-laki), merokok apa tidak, dan deskripsi fisik lainnya. Ratu Adil juga demikian. Tak ada deskripsi fisik yang jelas. Yang dijelaskan cuma ciri-ciri non fisik, seperti dia adil dalam memerintah, memberi pengayoman kepada semua golongan, melayani dengan ikhlas, pinter mengelola kekayaan negara dan penjelasan lain yang mengawang-awang sejenis itu.
Khayalan manusia tertindas
Manusia dilahirkan dengan kondisi yang lemah, dhaif. Manusia sampai batas manapun tak akan mampu melawan ataupun mengalahkan bencana alam, pertambahan usia dan kematian. Bahkan ada saatnya manusia tidak berdaya apa-apa di tengah situasi politik, ekonomi, budaya dan lapangan percaturan kehidupan lainnya.
Menusia juga dilahirkan dengan diberi kemampuan untuk merespon peristiwa/kejadian dalam dirinya atau luar dirinya. Oleh karena itu setiap peristiwa yang terjadi di tengah manusia pasti melahirkan sesuatu. Respon paling dekat yang lahir adalah munculnya pemikiran ataupun sesuatu yang berhubungan dengan aktifitas otak, menghayal misalnya.
Nah, dengan kemampuannya untuk memberikan respon inilah, maka manusia berusaha menghayalkan kondisi bahagia di depan sana. Situasi ini memungkinkan manusia "seolah-olah" berada dalam situasi kemenangan, kejayaan, kegembiraan, kesenangan dan hal-hal yang menguntungkan dirinya.Lebih dalam lagi manusia ditempatkan pada posisi menunggu kapan kondisi "seolah-olah" itu datang.
Kondisi "seolah-olah" itulah yang menurut saya adalah bentuk khayalan manusiawi. Kenapa manusiawi, karena setiap orang pasti memilikinya. Dengan daya respon yang dimiliki inilah manusia terus menerus melawan ketertindasan yang menimpa dirinya.
Dalam situasi perlawanan inilah, timbul suatu dunia indah yang penuh pengharapan. Dunia ini meskipun dekat tapi sebenarnya jauuh sekali. Karena munculnya di bawah sadar manusia. Ia hanyalah dunia rekaan. Ia adalah "dunia seolah" yang kehadirannya menjadi obat dari batin yang merasa menderita. Meskipun "dunia seolah" namun manusia tak bisa lepas darinya, bahkan tak mau melepasnya.
Ketertindasan terus menerus
Situasi yang menindas bukan melulu monopoli kelas/kelompok masyarakat tertentu. Pengusaha yang bisnisnya bejibun pun saya yakin hidupnya tertindas. Pemerasan oleh aparat , daya beli yang rendah, hutang, atau paling tidak tertindas oleh nafsu Animal Economicus-nya. Sedangkan rakyat miskinpapa jelas tertindas oleh ketidakmampuan dan ketiadaannya peluang untuk membuang jauh-jauh kemiskinpapaannya.
Siapapun yang masih memiliki embel-embel sebagai manusia pasti mengalami ketertindasan.
Ketertindasan itu celakanya terjadi sepanjang hidup manusia. Tak ada dalam sejarah, manusia lepas dari ketertindasan, meskipun itu dalam hitungan detik. Karena seperti yang saya tulis di atas, manusia sekecil apapun akan berhadapan dengan ketertindasan, minimal oleh nafsunya sendiri.
Lantas apa yang terjadi ketika manusia sudah lepas dari ketertindasan? Apakah kalau sudah terlepas dari ketertindasannya manusia sudah tidak lagi berada dalam posisi menunggu sesuatu? Saya tidak bisa menjawabnya. Karena saya belum pernah jadi rabi, sufi atau yang lebih jauh : saya belum (pernah) mati.
Saya bukan bermaksud memprovokasi orang agar percaya Ratu Adil. Tapi saya hanya terusik dengan kenyataan empiris bahwa manusia di alam bawah sadarnya ternyata terlibat dalam peristiwa menunggu sesuatu dengan h2c (harap-harap cemas) secara terus menerus. Anehnya lagi yang ditunggu bukanlah sosok yang nyata tapi sosok imajiner.
Dalam Waiting for Godot, tidak dijelaskan dengan jelas siapa Godot sebenarnya. Gimana bentuk tubuhnya, berapa umurnya, wajahnya kayak apa, laki-laki apa perempuan (kalo dilihat dari namanya kayaknya laki-laki), merokok apa tidak, dan deskripsi fisik lainnya. Ratu Adil juga demikian. Tak ada deskripsi fisik yang jelas. Yang dijelaskan cuma ciri-ciri non fisik, seperti dia adil dalam memerintah, memberi pengayoman kepada semua golongan, melayani dengan ikhlas, pinter mengelola kekayaan negara dan penjelasan lain yang mengawang-awang sejenis itu.
Khayalan manusia tertindas
Manusia dilahirkan dengan kondisi yang lemah, dhaif. Manusia sampai batas manapun tak akan mampu melawan ataupun mengalahkan bencana alam, pertambahan usia dan kematian. Bahkan ada saatnya manusia tidak berdaya apa-apa di tengah situasi politik, ekonomi, budaya dan lapangan percaturan kehidupan lainnya.
Menusia juga dilahirkan dengan diberi kemampuan untuk merespon peristiwa/kejadian dalam dirinya atau luar dirinya. Oleh karena itu setiap peristiwa yang terjadi di tengah manusia pasti melahirkan sesuatu. Respon paling dekat yang lahir adalah munculnya pemikiran ataupun sesuatu yang berhubungan dengan aktifitas otak, menghayal misalnya.
Nah, dengan kemampuannya untuk memberikan respon inilah, maka manusia berusaha menghayalkan kondisi bahagia di depan sana. Situasi ini memungkinkan manusia "seolah-olah" berada dalam situasi kemenangan, kejayaan, kegembiraan, kesenangan dan hal-hal yang menguntungkan dirinya.Lebih dalam lagi manusia ditempatkan pada posisi menunggu kapan kondisi "seolah-olah" itu datang.
Kondisi "seolah-olah" itulah yang menurut saya adalah bentuk khayalan manusiawi. Kenapa manusiawi, karena setiap orang pasti memilikinya. Dengan daya respon yang dimiliki inilah manusia terus menerus melawan ketertindasan yang menimpa dirinya.
Dalam situasi perlawanan inilah, timbul suatu dunia indah yang penuh pengharapan. Dunia ini meskipun dekat tapi sebenarnya jauuh sekali. Karena munculnya di bawah sadar manusia. Ia hanyalah dunia rekaan. Ia adalah "dunia seolah" yang kehadirannya menjadi obat dari batin yang merasa menderita. Meskipun "dunia seolah" namun manusia tak bisa lepas darinya, bahkan tak mau melepasnya.
Ketertindasan terus menerus
Situasi yang menindas bukan melulu monopoli kelas/kelompok masyarakat tertentu. Pengusaha yang bisnisnya bejibun pun saya yakin hidupnya tertindas. Pemerasan oleh aparat , daya beli yang rendah, hutang, atau paling tidak tertindas oleh nafsu Animal Economicus-nya. Sedangkan rakyat miskinpapa jelas tertindas oleh ketidakmampuan dan ketiadaannya peluang untuk membuang jauh-jauh kemiskinpapaannya.
Siapapun yang masih memiliki embel-embel sebagai manusia pasti mengalami ketertindasan.
Ketertindasan itu celakanya terjadi sepanjang hidup manusia. Tak ada dalam sejarah, manusia lepas dari ketertindasan, meskipun itu dalam hitungan detik. Karena seperti yang saya tulis di atas, manusia sekecil apapun akan berhadapan dengan ketertindasan, minimal oleh nafsunya sendiri.
Lantas apa yang terjadi ketika manusia sudah lepas dari ketertindasan? Apakah kalau sudah terlepas dari ketertindasannya manusia sudah tidak lagi berada dalam posisi menunggu sesuatu? Saya tidak bisa menjawabnya. Karena saya belum pernah jadi rabi, sufi atau yang lebih jauh : saya belum (pernah) mati.
Keseimbangan
Betapa pentingnya keseimbangan dalam kehidupan. Keseimbangan memungkinkan terwujudnya tata kehidupan yang nyaman dan tenteram. Alam yang luar biasa luas ini pun diciptakan Tuhan dengan azaz keseimbangan. Itulah mengapa alam raya ini masih eksis sampai sekarang ini.
Kalau bicara soal keseimbangan tentu tak lepas dari dua unsur yang bertentangan. Positif-negatif, hitam-putih, baik-jahat, cakep-jelek, dan masih banyak lagi. Dua unsur yang saling bertentangan itu pada suatu waktu akan menjadi energi yang begitu besar dan bermanfaat dalam kehidupan. Namun pada sisi yang lain bisa berlaku sebaliknya. Karena itu manusia dengan modal mulianya yang bernama akal, diberi kebebasan sebesar-besarnya untuk mengeksplorasi dua unsur yang bertentangan itu.
Ajaran-ajaran agama kuno, seperti Tao, mengenalkan konsep keseimbangan bahkan sangat menekankan pentingnya keseimbangan dua unsur yang bertentangan yaitu ying dan yang. Ketidakseimbangan bisa dipastikan akan menimbulkan chaos. Timbulnya chaos akan menyebabkan energi-energi negatif akan menguasai kehidupan yang selanjutnya mendorong ke arah kerusakan.
Dalam lingkup yang lebih kecil, kita pun butuh keseimbangan. Setelah kerja keras seharian di kantor, ditambah caci maki dari bos maka kita butuh sarana lain untuk menciptakan keseimbangan. Kalau yang sudah berkeluarga, seperti saya, bertemu anak istri di rumah bisa membuat pikiran dan tubuh segar kembali. Buat yang lajang, pergi ke lounge atau sekalian dugem sampe pagi, mungkin bisa membuat otot-otot jadi liat lagi. Namun gimana caranya menciptakan keseimbangan di saat suasana chaos terjadi? Kalo saya sih, cukup dengan humor. Saya betul-betul percaya, humor adalah senjata psikologis ampuh buat melawan keruwetan pikiran dan kesuntukan batin. Humor membuat saya bisa bertahan dalam kehidupan yang indah sekaligus keras ini. Dengan humor saya bisa mentertawakan chaos yang terjadi dengan cara yang dewasa, bermartabat dan beradab. Dengan humor saya membuktikan bahwa saya seorang manusia, bukan mesin, robot, ataupun benda mati lainnya.
Kalau bicara soal keseimbangan tentu tak lepas dari dua unsur yang bertentangan. Positif-negatif, hitam-putih, baik-jahat, cakep-jelek, dan masih banyak lagi. Dua unsur yang saling bertentangan itu pada suatu waktu akan menjadi energi yang begitu besar dan bermanfaat dalam kehidupan. Namun pada sisi yang lain bisa berlaku sebaliknya. Karena itu manusia dengan modal mulianya yang bernama akal, diberi kebebasan sebesar-besarnya untuk mengeksplorasi dua unsur yang bertentangan itu.
Ajaran-ajaran agama kuno, seperti Tao, mengenalkan konsep keseimbangan bahkan sangat menekankan pentingnya keseimbangan dua unsur yang bertentangan yaitu ying dan yang. Ketidakseimbangan bisa dipastikan akan menimbulkan chaos. Timbulnya chaos akan menyebabkan energi-energi negatif akan menguasai kehidupan yang selanjutnya mendorong ke arah kerusakan.
Dalam lingkup yang lebih kecil, kita pun butuh keseimbangan. Setelah kerja keras seharian di kantor, ditambah caci maki dari bos maka kita butuh sarana lain untuk menciptakan keseimbangan. Kalau yang sudah berkeluarga, seperti saya, bertemu anak istri di rumah bisa membuat pikiran dan tubuh segar kembali. Buat yang lajang, pergi ke lounge atau sekalian dugem sampe pagi, mungkin bisa membuat otot-otot jadi liat lagi. Namun gimana caranya menciptakan keseimbangan di saat suasana chaos terjadi? Kalo saya sih, cukup dengan humor. Saya betul-betul percaya, humor adalah senjata psikologis ampuh buat melawan keruwetan pikiran dan kesuntukan batin. Humor membuat saya bisa bertahan dalam kehidupan yang indah sekaligus keras ini. Dengan humor saya bisa mentertawakan chaos yang terjadi dengan cara yang dewasa, bermartabat dan beradab. Dengan humor saya membuktikan bahwa saya seorang manusia, bukan mesin, robot, ataupun benda mati lainnya.
Thursday, April 13, 2006
panduan singkat mendidik anak
Sebuah puisi yang menyentuh sekali tentang bagaimana mendidik anak-anak kita...
Dari Lingkungan Hidupnya Anak-anak Belajar…
(Dorothy Law Nolte)
Jika anak dibesarkan dengan celaan
Ia belajar memaki
Jika anak dibesarkan dengan permusuhan
Ia belajar menentang
Jika anak dibesarkan dengan cemoohan
Ia belajar rendah diri
Jika anak dibesarkan dengan toleransi
Ia belajar jadi penyabar
Jika anak dibesarkan dengan dorongan
Ia belajar percaya diri
Jika anak dibesarkan dengan pujian
Ia belajar menghargai
Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan
Ia akan terbiasa berpendirian
Dari Lingkungan Hidupnya Anak-anak Belajar…
(Dorothy Law Nolte)
Jika anak dibesarkan dengan celaan
Ia belajar memaki
Jika anak dibesarkan dengan permusuhan
Ia belajar menentang
Jika anak dibesarkan dengan cemoohan
Ia belajar rendah diri
Jika anak dibesarkan dengan toleransi
Ia belajar jadi penyabar
Jika anak dibesarkan dengan dorongan
Ia belajar percaya diri
Jika anak dibesarkan dengan pujian
Ia belajar menghargai
Jika anak dibesarkan dengan kasih sayang dan persahabatan
Ia akan terbiasa berpendirian
Thursday, April 06, 2006
Libur Lagi
Entah harus seneng atau sedih. Minggu depan ada hari libur lagi. Nggak tanggung-tanggung. 2 hari, Senin (10/4, hari Maulid Nabi Muhammad SAW) dan Jum'at (14/4, wafatnya Yesus Kristus). Jadi minggu depan masuk kerja cuma 3 hari.
Dua hari libur itu memang untuk menghormati hari besar agama. Satu sisi saya bisa memaklumi atas niat pemerintah untuk menghormati hari besar agama dengan pemberian hari libur, tapi di sisi lain saya bertanya sejauh mana hari libur itu mempengaruhi umat beragama jadi lebih khusuk merayakan ajaran/hikmah dari peristiwa keagamaan tersebut. Saya kira nggak ada pengaruhnya. Sebab orang melaksanakan ajaran agama dengan sungguh-gungguh itu tidak perlu karena mengharapkan pamrih diberikannya kemudahan seperti hari libur itu. Mau libur atau nggak, ajaran agama tetap harus dilaksanakan ya tho?
Mungkin Indonesia adalah negara dengan hari libur terbanyak. Saya cuma memperkirakan saja. Karena melihat hari libur untuk perayaan agama saja udah banyak. Belum lagi ditambah hari libur nasional dan cuti (terpaksa)bersama. Kalo udah gini, siapa yang senang dan siapa yang susah?
Dua hari libur itu memang untuk menghormati hari besar agama. Satu sisi saya bisa memaklumi atas niat pemerintah untuk menghormati hari besar agama dengan pemberian hari libur, tapi di sisi lain saya bertanya sejauh mana hari libur itu mempengaruhi umat beragama jadi lebih khusuk merayakan ajaran/hikmah dari peristiwa keagamaan tersebut. Saya kira nggak ada pengaruhnya. Sebab orang melaksanakan ajaran agama dengan sungguh-gungguh itu tidak perlu karena mengharapkan pamrih diberikannya kemudahan seperti hari libur itu. Mau libur atau nggak, ajaran agama tetap harus dilaksanakan ya tho?
Mungkin Indonesia adalah negara dengan hari libur terbanyak. Saya cuma memperkirakan saja. Karena melihat hari libur untuk perayaan agama saja udah banyak. Belum lagi ditambah hari libur nasional dan cuti (terpaksa)bersama. Kalo udah gini, siapa yang senang dan siapa yang susah?
Subscribe to:
Posts (Atom)